Laman

Minggu, 07 November 2010

Piyu Padi Lelang 'Istri' Laku Rp35 Juta

Untuk menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia Piyu Padi menggagas sebuah ide untuk membuat sebuah acara dengan melibatkan 30 gitaris yang diambil dari grup Blackberrynya.

Editor KapanLagi.com, Musik - Sab Nov 06, 2010 20:52 WIT
                    Piyu Padi
Piyu Padi
Untuk menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia Piyu Padi menggagas sebuah ide untuk membuat sebuah acara dengan melibatkan 30 gitaris yang diambil dari grup Blackberrynya.
Dalam acara yang digelar semalam, Jumat (5/11) juga diadakan lelang gitar milik Setiawan Djodi, Dewa Budjana dan Piyu Padi. Tujuan diadakan lelang sendiri agar semua gitaris bisa main dan ikut serta. Selain gitar mereka juga mengedarkan langsung kotak putih untuk donasi.
Dalam pelelangan gitar tersebut gitar Piyu terjual dengan harga Rp35.000.000 dibeli oleh putra dari Sandriana Malakian, bernama Kalam. Piyu mengaku sangat bangga sekaligus haru dengan perhatian masyarakat, undangan dan tamu. Terlebih gitarnya bisa terjual dan bisa langsung disumbangkan.
"Bangga sekaligus haru, perhatian masyarakat, para undangan, tamu dan semuanya sangat luar biasa, gitar saya juga bisa terjual dengan maksimal dan bisa langsung disumbangkan," ujarnya saat ditemui di Bentara Budaya Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (5/11).
Piyu mengatakan bahwa gitar yang dibelinya di Hongkong yang dia lelangkan mempunyai nilai historis tersendiri. Menurut Piyu koleksi gitar yang dimilikinya termasuk yang dilelang diibaratkan sebagai istrinya, dia juga rela dan ikhlas memberikan gitar tersebut.
"Ikhlas sekali memberikan sesuatu yang saya cintai, semua gitar itu ibarat istri saya, saya cintai yang saya sangat sayang," paparnya.
Piyu berharap hasil penjualan gitarnya bisa bermanfaat untuk korban bencana alam yang membutuhkan. (kpl/gum/faj)

Selasa, 02 November 2010

"Di Merapi, Jangan Bicara Sembarangan"

VIVAnews -- Suara pria di ujung telepon itu parau dan tak jelas. Sesekali ia terbatuk.
Sejak Merapi dinyatakan dalam status Awas beberapa pekan lalu, Komandan Operasi SAR Merapi, Suseno sudah tak ingat lagi berapa hari ia tak bercengkerama dengan keluarganya.
"Saya baru pulang hari ini, sejam, hanya untuk mengambil pakaian ganti," tutur Suseno saat dihubungi VIVAnews, Senin malam, 1 November 2010.
Suseno dan tim SAR lainnya tinggal di posko utama di Jalan Sudirman, Yogyakarta. Kerap kali mereka bersiaga di pos di Kaliurang.
Saat bencana, mereka salah satu yang berada di garis depan. Mengevakuasi warga, termasuk mencari jenazah para korban jiwa letusan Merapi.
Sejak bertugas tahun 1987 lalu, Suseno mengakui letusan Merapi tahun 2010 ini benar-benar luar biasa.
Masih lekat alam ingatan saat ia memasuki Dusun Kinahrejo, kampung juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, Selasa malam -- sesaat setelah letusan pertama.
Tim advance sudah lebih dulu memasuki Kinahrejo -- menemukan jenazah yang terbaring di sekitar rumah sang kuncen, sebelum buru-buru turun karena asap sedemikian tebal.
Beberapa saat kemudian, di tengah kegelapan dan debu yang menyesakkan dada, tim SAR gabungan naik. Termasuk Suseno. Sembilan jenazah dievakuasi, termasuk redaktur VIVAnew.com, Yuniawan Wahyu Nugroho.
Saat itu, mereka berpacu dengan waktu. "Kami hanya punya waktu kurang dari satu jam sesuai arahan BPPTK," kata Suseno.
Sebagai manusia, saat itu, kekhawatiran jelas ada saat itu. "Khawatir kalau ada guguran awan panas lagi. Tapi kalau melihat korban  sudah biasa. Alhamdulillah, kami sudah pernah bertugas di Padang dan Aceh."
Selain berkoordinasi dengan  instansi terkait, kata dia, ada lagi yang wajib diperhatikan Tim SAR, yakni adat kebiasaan di lokasi bencana.
"Misalnya, di Merapi, kalau ngomong jangan sembarangan, jangan sok, jangan merasa aku yang paling," kata dia.
Meski kematian adalah risiko, anggota tim SAR dibekali dengan prinsip: "Selamatkan diri anda sebelum menyelamatkan orang lain."
"Bukan berarti lari duluan, tapi sebelum menyelamatkan harus tahu kondisi daerahnya, misalnya di Merapi luncuran awan panas sampai mana," kata dia.
Kini, harapan Suseno sederhana, ia ingin warga sadar jika diminta mengungsi, sadar bahwa Merapi masih rawan. "Alhamdulillah di wilayah DIY warga sudah tahu, di Kinahrejo, saat letusan susulan, tak ada korban," kata dia, penuh syukur.
Jangankan istirahat cukup, tim harus siap kapanpun diperlukan terjun ke lapangan. Mengobrol dengan sesama anggota tim jadi hiburan dan penguat mental.
Ketika ingatannya kembali ke rumah, dukungan dan kerelaan keluarga jadi bekal berharga bagi Suseno.
"Putri saya, Adilia bilang pada tetangga, di manapun Bapakku mati, itu tugas mulia." kata Suseno tercekat.
"Kalau bagi saya, hidup mati di tangan Allah," kata Suseno. "Dalam pekerjaan ini yang terpenting adalah keikhlasan. "
218 rekomendasi

Zainuddin Bantah Pernah Janji Operasi Keperawanan

Pengakuan artis Aida Saskia yang pernah diperkosa oleh Zainuddin MZ dibantah oleh dai sejuta umat itu. Diungkapkannya, tidak pernah ada kejadian tersebut, termasuk janji-janji yang dituduhkan pernah diucapkan oleh dirinya.

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Sen Nov 01, 2010 11:43 WIT
                    Zainuddin MZ
Zainuddin MZ
Pengakuan artis Aida Saskia yang pernah diperkosa oleh Zainuddin MZ dibantah oleh dai sejuta umat itu. Diungkapkan, tidak pernah ada kejadian tersebut, termasuk janji-janji yang dituduhkan pernah diucapkan oleh dirinya.
"Tidak pernah ada nikah siri itu, tidak pernah ada saya menawarkan operasi keperawanan seperti diberitakan itu. Saya pun heran kenapa tiba-tiba hal-hal semacam itu muncul, apa sih target yang mau dicapai? Karena ini juga sebenarnya bukan lagu (kasus) baru, enam tahun lalu, lagu ini pernah diputar" ungkap Zainuddin MZ menjawab pertanyaan Alvito Deanova dari TV One yang disiarkan Minggu (31/10).
Hanya kepada Alvito Dinova, reporter TV One untuk acara TOKOH, Zainuddin MZ bersedia diwawancarai, karena sebelumnya tidak pernah memberikan tanggapan apapun terkait pernyataan Aida Saskia. Karena Zainuddin MZ sendiri mengaku yakin wawancaranya akan ditampilkan secara utuh, tidak dipotong-potong seperti dilakukan oleh acara infotainment.
"Ketika itu (saat kasus pertama) saya mungkin berburuk sangka, mau menghantam saya lewat jalur politik saat itu. Ketika politik saya tinggalkan, saya kembali ke habitat semula, saya mulai konsisten menekuni umat, ketika sedikit eksis lagi datang angin semacam, tapi lebih dahsyat," lanjutnya dalam suasana di kebun.
"Karena kelihatannya, ada semacam, saya tidak mau mengatakan konspirasi, karena jumlahnya terbatas sekali. Tapi ibarat sebuah permainan, ini jelas ada sutradara, ada produser penyandang dana, dan aktor yang dimainkan," tegasnya saat itu.
Aida Saskia sebelumnya mengaku sebagai korban pemerkosaan Zainuddin MZ, yang dilakukan di sebuah villa. Terang hal tersebut membuat pria yang juga pernah bermain film bersama Rhoma Irama itu marah. Namun demikian tidak pernah kemarahan itu ditunjukkan. Zainuddin belum pernah memberikan bantahan atau pun jawaban paska pernyataan Aida yang menyudutkan itu. (kpl/dar)